Laman

Sabtu, 16 Juni 2012

problematika umat


PROBLEMATIKA UMAT
Problematika atau problem merupakan kata serapan yang bermakna masalah – masalah yang belum terpecahkan, belum ada solusinya (KBBI). Dalam pembahasan materi ini, yang dimaksud Problematika adalah kesenjangan yang terjadi antara kondisi ideal (mitsaliyah) dan kondisi ril (waqi’iyyah), maksudnya adanya ketimpangan kondisi umat, dimana umat islam saat ini jauh dibandingkan kondisi umat islam yang ideal sesuai Al-Qur’an dan Hadist dan realitas umat terdahulu. Sehingga bisa dikatakan keadaan umat islam saat ini terpuruk. Definisi ini akan dijadikan barometer untuk meneropong problematika umat islam. karena itu secara sederhana untuk mengetahui problematika umat tersebut kita harus mengetahui terlebih dahulu konsep ideal umat islam seharusnya. Dalam Al-Quran disebutkan kondisi ideal bagaimana kondisi umat islam seharusnya, kondisi yang sudah dicontohkan umat islam saat zamannya Rasullullah dan para sahabatnya. Dibawah akan sedikit saya uraikan mengenai kondisi idealnya yaitu:
Ø  Khairu ummah terdapat dalam Q.S. Ali-‘Imran: 110. Maksudnya umat terbaik itu para sahabat, mereka memiliki 3 kriteria yang mengantarkan mereka menjadi kaum terbaik yaitu: 1. Semangat mereka dalam Amar ma’ruf, 2. Nahi mungkar, kebencian mereka terhadap kemungkaran, 3. Beriman kepada Allah, sebaik- baik iman.
Ø  Ummatan wasathan, maksudnya umat islam ini dijadikan umat yang adil dan pilihan, karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orang yang menyimpang dari kebenaran baik di dunia dan di akhirat. Terdapat dalam Q.S. Al-Baqarah: 143. Dan mereka bisa memilih antara dunia dan akhirat (Al-Qashash:77), antara materil (fisik) dan spiritual (ruhani), antara (kepentingan)pribadi dan sosial (At-Tahrim:6), antara ifrath dan tafrith (Al-Furqan: 67).
Ø  Ummatan waahidatan, maksudnya umat islam memiliki pokok kepercayaan dan pokok syariat  yang sama. Rasulullah dan para sahabatnya merupakan umat yang satu, yang solid tidak terpecah belah. Persatuan dan kesatuan umat pada saat itu tampak dalam tiga hal yaitu: satu aqidah, satu dalam kepemimpinan, satu dalam jama’ah.
Itu semua sedikit dari idealitas yang terjadi dalam zaman Rasulullah dan para sahabatnya. Tetapi berbeda dengan realitas saat ini yang akan sedikit saya uraikan juga yaitu:
ð  Takhalluf (kemunduran dan keterbelakangan), maksudnya umat islam saat ini mengalami kemunduran dalam berbagai bidang misal bidang perekonomian, banyak negera- negara miskin yang kita dapati penduduknya mayoritas umat islam, dalam bidang politik yang  dianggap tidak relevan lagi dengan zaman modern, bidang militer yang hampir tidak ada negara islam yang dapat menyamai kekuatan militer AS misalnya. Bidang budaya, sekarang yang update dicontoh atau diperbincangkan kebanyakan budaya barat yang jauh dari syariat islam. dan bidang – bidang lain yang umat islam saat ini terbelakang.
ð  Menyeru yang mungkar, mencegah yang ma’ruf
Umat saat ini tidak idealnya umat islam dalam Al-qur’an yang mereka menyeru yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar. Tapi saat ini kebalikannya, kebanyakan orang menyeru kemungkaran dan mencegah yang ma’ruf. Umat islam sekarang justru berperilaku layaknya orang – orang kafir. Contoh ringannya yaitu orang – orang yang sering muncul dengan di TV yang mengaku sebagai artis, penyanyi, seniman dll. padahal sebagian besar mereka adalah muslim tapi apa yang mereka lakukan kebanyakan jauh dari islam. dalilnya ada dalam At-Taubah: 67
ð  Mengakal – akali syariat
Orang – orang alim yang mengetahui agama ini, harusnya membimbing umat untuk menajalankan ajaran agamanya yang benar, justru malah memunculkan keragu- raguan di tengah- tengah umat. Dengan kepintarannya, mereka menjadikan syariat agama ini sebagai alat untuk meraih kepentingan sesaat yang bersifat duniawi.
ð  Mengikuti millah orang – orang kafir
Keberadaan JIL, Ahmadiyah, Syi’ah dan aliran- aliran sesat lainnya menunjukan bahwa umat islam mudah terombang- ambing  jauh dari ajaran islam yang lurus. Dari hal perilaku, pakaian, pola pikir sangat sulit dibedakan dengan orang – orang kafir. Umat islam saat ini tidak bangga dengan identitasnya sebagai muslim, bahkan dengan agamanya sendiri.
ð  Meninggalkan jihad
ð  Ridha dengan dunia
ð  Taqlid (ikut- ikutan)
ð  Dalam hal pemikiran dan ideologi
ð  Dalam hal keyakinan dan aqidah
ð  Dalam perilaku
ð  Dalam hal undang – undang
ð  Dll.
itu sedikit tentang realitas saat ini. yang merupakan problematika umat saat ini yang harus kita selesaikan sebagai penerus dakwah Rasulullah dan para sahabat. Yang mengetahui akan problematika ini hendaknya merapatkan barisan untuk menyelesaikan atau meluruskan

Tidak ada komentar: